Membina Hubungan Harmonis Dokter-Pasien di Era Digital: Peran IDI

Era digital telah membawa perubahan revolusioner dalam praktik kedokteran, salah satunya melalui Telemedicine dan mudahnya akses informasi kesehatan. Perkembangan ini, meskipun menawarkan kemudahan, juga menimbulkan tantangan baru dalam membina hubungan harmonis dokter-pasien. Dokter kini harus bersaing dengan “Dokter Google” dan menghadapi pasien yang lebih terinformasi, namun juga rentan terhadap misinformasi (hoaks). IDI menyadari bahwa kunci keberhasilan layanan kesehatan digital terletak pada kemampuan dokter untuk mengintegrasikan teknologi sambil mempertahankan humanisme praktik kedokteran. Hubungan yang harmonis harus tetap didasarkan pada kepercayaan, empati, dan komunikasi yang efektif, baik secara tatap muka maupun virtual.


🗣️ Menguatkan Komunikasi dan Literasi Digital

IDI secara aktif membina hubungan harmonis dengan berfokus pada peningkatan kemampuan komunikasi dokter dalam konteks digital. Dokter diwajibkan untuk meningkatkan Literasi Digital Kesehatan mereka, tidak hanya untuk mengoperasikan platform digital, tetapi juga untuk membantu pasien memilah informasi yang benar dari yang salah. IDI mendorong dokter untuk:

  1. Menjadi Sumber Kredibel: Menggunakan media sosial dan platform digital sebagai sarana edukasi kesehatan yang berbasis bukti ilmiah.
  2. Mengatasi Misinformasi: Meredakan kekhawatiran pasien yang didasarkan pada hoaks dengan penjelasan yang sabar, jelas, dan non-judgemental.
  3. Mempertahankan Empati Virtual: Dalam sesi Telemedicine, dokter diajarkan teknik komunikasi non-verbal yang efektif melalui layar, memastikan pasien tetap merasa didengarkan dan dihargai.

Penguatan komunikasi ini bertujuan untuk menjadikan teknologi sebagai alat bantu, bukan pengganti, hubungan personal antara dokter dan pasien.


🔒 Menjaga Etika dan Kerahasiaan di Ruang Digital

Aspek terpenting dari keharmonisan hubungan di era digital adalah menjaga Etika Kedokteran dan Kerahasiaan Medis. IDI menetapkan pedoman praktik Telemedicine yang ketat yang mencakup persetujuan informed consent khusus untuk layanan jarak jauh. Dokter wajib memastikan bahwa platform digital yang digunakan aman (secure) dan mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Pelanggaran kerahasiaan dalam chat atau video call dapat dengan cepat menghancurkan kepercayaan. Oleh karena itu, IDI menekankan bahwa prinsip-prinsip KODEKI (Kode Etik Kedokteran Indonesia) tetap berlaku penuh dalam konteks digital, menuntut profesionalisme, integritas, dan perlindungan data pasien secara maksimal.


Melalui pembinaan ini, IDI berupaya menjadikan dokter sebagai navigator kesehatan yang terpercaya di tengah lautan informasi digital. Hubungan harmonis di era digital tercapai ketika dokter mampu menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi akses, tanpa menghilangkan sentuhan kemanusiaan dalam pelayanan. IDI mendukung pengembangan e-Portofolio dan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (P2KB) yang memasukkan modul etika digital, memastikan bahwa dokter masa depan siap menghadapi tantangan ini. Keharmonisan dokter-pasien yang kuat adalah jaminan bahwa teknologi akan melayani tujuan utama kedokteran: yaitu kesejahteraan optimal bagi pasien.

KSM
KSM

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

EV Pedal Power Electric Bicycles
Logo